Minggu, 04 November 2012

Peluang Usaha di Bidang TI (Technopreneurship)

Seiring dengan berkembangnya teknologi informasi di era modern ini, tentunya mencari usaha dalam bidang teknologi informasi tidaklah sulit, terutama untuk orang-orang yang mempunyai keahlian khusus dalam bidang tersebut., misalnya dengan bermodalkan internet saja seseorang dapat meraih kesuksesan dalam dunia bisnis online.

Untuk membuka peluang usaha dibutuhkan karakteristik seperti kreatif dan inovatif, networking, terbuka dan tegas. Dengan karakteristik tersebut maka orang tersebut dapat membuka peluang-peluang dengan berbagai ide dan konsep yang tercipta. Kemudian dapat bekerja sama dalam satu tim dan mau berbagi dengan orang lain akan menciptakan ke fleksibelan dalam membangun usaha. Namun tetap dibutuhkan ketegasan untuk membuat keputusan dengan cepat dan dapat mengedepankan logika bukan hanya emosi. 

1.  Proses Mencari Informasi Peluang Usaha
  •         Informasi tentang kepribadian dan kemampuan dirinya (Temu kenali Diri Anda)
  •         Peluang yang dapat diraih
  •         Kebutuhan dan keinginan konsumen
  •         Lingkungan yang dihadapi
  •         Situasi persaingan
  •         Dukungan dan trend kebijakan pemerintah

2.    Tahapan Pengembangan Usaha

3.    Sumber Ide Usaha
·         Berdasarkan hobi
·     Berdasarkan keahlian (misalnya : latar belakang pendidikan)
·         Merupakan usaha warisan
·         Membuat inovasi baru
·         Menyesuaikan dengan kebutuhan sekitar

4.    Faktor Utama Sebelum Memulai Usaha
·         Faktor kelayakan pasar
·         Faktor kesukaan
·         Faktor keahlian atau familiaritas
·         Faktor dana
·         Faktor bahan baku
·         Faktor sumber daya manusia dan teknologi
·         Faktor kepribadian


INTROVER : Terbuka, suka bergaul
EKSTROVER : Tertutup, tidak suka bergaul
D : DOMINAN
P : POPULER
T : TENANG
K : KONVENSIONAL



Jenis Usaha Yang  Cocok Dengan Kepribadian
·    Orang tipe DOMINAN
Pada tipe ini termasuk ke dalam kelompok kreatif.
Contoh: Design Grafis
·    Orang tipe POPULARIAN
Pada tipe ini termasuk ke dalam  kelompok Konsultatif
Contoh: Konsultan IT
·    Orang tipe TENANG
Pada tipe ini termasuk ke dalam kelompok Servis/Pelayanan.
Contoh: Layanan ISP/Webhosting
·    Orang tipe KONVENSIONAL
Pada tipe ini termasuk ke dalam kelompok analitis hal-hal yang rumit.
Contoh: Programmer, Software Developer

5.  Perkembangan Bisnis IT
Menurut berita yang saya baca pada situs detik.com, Instansi pemerintah dan swasta di Indonesia kini semakin terhadap pentingnya sistem keamanan jaringan teknologi informasi (TI). Kondisi itu terbukti dengan perkembangan penggunaan sistem tersebut. Tidak itu saja, mereka juga cukup sadar untuk melakukan audit terhadap sistem TI. Berkaitan dengan itu, Bisnis mewawancarai Budi Rahardjo, pakar telematika dari ITB. Berikut petikannya. Untuk membangun sistem TI di sektor swasta dan pemerintahan, apa yang paling utama dibutuhkan? Sejauh ini data yang akan dimasukkan tetap menjadi acuan utama dalam penerapan sistem TI di suatu jaringan infrastruktur pemerintah dan swasta. Berikutnya harus ditentukan juga sistem aplikasi yang akan digunakan. Di dunia, ada berbagai macam standar aplikasi seperti IT Infrastructure Library, ISO17799, Control Objectives for IT (Cobit) dan Construction Method Modeler (CMM). Selain itu tak kalah pentingnya adalah teknologi dan sumber daya daya manusia (SDM). Faktor-faktor apa yang mempengaruhi penilaian terhadap audit sistem TI? Faktor integritas tentu saja menjadi faktor paling menentukan menilai sistem TI, bisa dipercaya atau tidak. Apalagi bila sistem tersebut digunakan sebagai informasi publik seperti yang terjadi pada sistem TI KPU. Suatu sistem TI dianggap baik bila pengelolanya bersedia memberikan sistem keamanan yang memadai terutama bila menyangkut kerahasiaan data. Secara garis besar, bagaimana langkah-langkah untuk melakukan audit sistem TI? Tahap awal adalah mengidentifikasi sistem, data dan tingkat risiko yang terjadi pada sistem tersebut. Kemudian menganalisa terutama dalam hal ketersediaan data secara menerus. Tahap berikutnya adalah sejauh mana tingkat kebutuhan informasi yang dibutuhkan untuk menunjang efisiensi sistem. Apa kegunaan audit sistem TI ini? Audit sistem TI berguna untuk menumbuhkan kepercayaan masyarakat atau perusahaan terhadap sistem TI yang digunakan. Itu menyangkut tingkat risiko yang akan terjadi bila timbul permasalahan dalam suatu sistem TI infrastruktur pemerintah ataupun perusahaan. Namun yang paling utama dari semua itu adalah pencegahan terhadap masalah yang timbul pada sistem keamanannya. Masalah tersebut antara lain masuknya virus dan spam yang kemungkinan dapat merusak sistem secara keseluruhan. Bagaimana anda melihatnya di Indonesia terutama kesadaran instansi atau perusahaan untuk audit sistem TI? Dibandingkan tahun sebelumnya, kesadaran untuk mengaudit sistem TI di Indonesia sudah cukup tinggi. Ini terbukti dengan makin banyaknya perusahaan atau instansi pemerintah yang melaporkan bila ada kerusakan ataupun gangguan pada sistem TI-nya. Artinya kita bisa sedini mungkin mengidentifikasi dan mencegah penyebarannya. Kalau bicara pertumbuhan, saya tidak memiliki angka statistik yang pasti. Namun yang jelas di Indonesia telah muncul suatu kesadaran pada sistem keamanan TI jaringan. Hal itu terlihat dengan rencana pembentukan Task Force. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar