Bioinformatika
merupakan kajian yang memadukan disiplin biologi molekul, matematika dan teknik
informasi (TI). Ilmu ini didefinisikan sebagai aplikasi dari alat komputasi dan
analisa untuk menangkap dan menginterpretasikan data-data biologi molekul.
Biologi molekul sendiri juga merupakan bidang interdisipliner, mempelajari kehidupan
dalam level molekul.
Bioinformatika
mempunyai peluang yang sangat besar untuk berkembang karena banyak sekali
cabang-cabang ilmu yang terkait dengannya. Namun sayangnya di Indonesia sendiri
Bioinformatika masih belum dikenal oleh masyarakat luas. Di kalangan peneliti
biologi, mungkin hanya para peneliti biologi molekul yang mengikuti perkembangannya
karena keharusan menggunakan perangkat-perangkat Bioinformatika untuk analisa
data. Sementara di kalangan TI --mengingat kuatnya disiplin biologi yang menjadi
pendukungnya-- kajian ini juga masih kurang mendapat perhatian.
SEJARAH
Kajian baru
Bioinformatika ini tak lepas dari perkembangan biologi molekul modern yang
ditandai dengan kemampuan manusia untuk memahami genom, yaitu cetak biru
informasi genetik yang menentukan sifat setiap makhluk hidup yang disandi dalam
bentuk pita molekul DNA (asam deoksiribonukleat). Kemampuan untuk memahami dan memanipulasi
kode genetik DNA ini sangat didukung oleh TI melalui perangkat perangkat keras
maupun lunak. Hal ini bisa dilihat pada upaya Celera Genomics, perusahaan
bioteknologi Amerika Serikat yang melakukan pembacaan sekuen genom manusia yang
secara maksimal memanfaatkan TI sehingga bisa melakukan pekerjaannya dalam
waktu yang singkat (hanya beberapa tahun), dibanding usaha konsorsium lembaga riset
publik AS, Eropa, dan lain-lain, yang memakan waktu lebih dari 10 tahun.
Kelahiran
Bioinformatika modern tak lepas dari perkembangan bioteknologi di era tahun
70-an, dimana seorang ilmuwan AS melakukan inovasi dalam mengembangkan teknologi
DNA rekombinan. Berkat penemuan ini lahirlah perusahaan bioteknologi pertama di
dunia, yaitu Genentech di AS, yang kemudian memproduksi protein hormon insulin
dalam bakteri, yang dibutuhkan penderita diabetes. Selama ini insulin hanya
bisa didapatkan dalam jumlah sangat terbatas dari organ pankreas sapi.
Bioteknologi modern
ditandai dengan kemampuan pada manipulasi DNA. Rantai/sekuen DNA yang mengkode
protein disebut gen. Gen ditranskripsikan menjadi mRNA, kemudian mRNA
ditranslasikan menjadi protein. Protein sebagai produk akhir bertugas menunjang
seluruh proses kehidupan, antara lain sebagai katalis reaksi biokimia dalam
tubuh (disebut enzim), berperan serta dalam sistem pertahanan tubuh melawan virus,
parasit dan lain-lain (disebut antibodi), menyusun struktur tubuh dari ujung
kaki (otot terbentuk dari protein actin, myosin, dan sebagainya) sampai ujung
rambut (rambut tersusun dari protein keratin), dan lain-lain. Arus informasi,
DNA -> RNA -> Protein, inilah yang disebut sentral dogma dalam biologi
molekul.
Sumber :
Perkembangan, Disiplin Ilmu dan
Penerapannya di Indonesia, Dwi Astuti Aprijani dan M. Abdushshomad Elfaizi









