Pada pembahasan kali ini saya akan menjelaskan tentang Cloud Computing. Cloud computing atau dalam bahasa indonesianya disebut komputasi awan adalah gabungan pemanfaatan teknologi komputer (komputasi) dan pengembangan berbasis internet. Menurut sebuah makalah tahun 2008 yang dipublikasi IEEE Internet Computing "Cloud Computing adalah suatu paradigma dimana informasi secara permanen tersimpan di server internet dan tersimpan secara sementara di komputer pengguna (client) termasuk di dalamnya adalah desktop, komputer tablet, notebook, komputer tembok, handheld, sensor-sensor, monitor dan lain-lain."
Cloud computing adalah suatu konsep umum yang mencakup SaaS, Web 2.0, dan tren teknologi terbaru lain yang bergantung terhadap Internet untuk memberikan kebutuhan komputasi pengguna. Pada tahun 1999, Salesforce.com menjadi pencetus pertama aplikasi perusahaan yang dijalankan melalui internet. Selanjutnya diikuti oleh Amazon Web Services di tahun 2006 yang menggunakan teknologi Elastic Compute Cloud (EC2). Teknologi EC2 menyebabkan adanya situs layanan web yang dikomersialkan, sehingga memungkinkan perusahaan kecil / individu untuk menyewa komputer atau server agar dapat menjalankan aplikasi komputer mereka.
Di tahun 2009, Google memulai menawarkan aplikasi berbasis browser melalui Google Appsnya, yang salah satunya adalah Google Docs yang sering kita gunakan. Sampai saat ini, cloud computing masih terus berkembang dengan pesat mengingat manfaatnya yang begitu besar jika teknologi ini digunakan. Menurut Jamie Turner, perkembangan cloud computing ini dipengaruhi oleh matangnya teknologi visual, perkembangan bandwidth berkecepatan tinggi, dan software yang bersifat universal.
Model Layanan Cloud Computing
Cloud computing memiliki 4 macam model layanan, yaitu Infrastructure as a Service (IaaS), Platform as a Service (PaaS), Software as a Service (SaaS), dan Network as a Service (Naas).
1. Infrastructur as a Service (IaaS)
Merupakan model layanan cloud computing yang paling dasar, yaitu menyewakan resource komputer secara langsung. Layanan ini sering ditemui di web hosting seperti cloud server maupun cloud VPS (virtual server). Contoh perusahaan yang menyediakan layanan ini adalah Linode, DigitalOcean, GigeNet Cloud, dsb.
2. Platform as a Service (PaaS)
Pada model layanan PaaS, cloud provider biasanya akan menyediakan computing platform yang meliputi sistem operasi, database, web server, dan programming language environment. Pengguna bisa mengembangkan aplikasi menggunakan platform yang telah disediakan. Pengguna juga bisa mengatur resource sesuai dengan kebutuhan mereka dengan mudah. Contoh perusahaan yang menyediakan layanan PaaS adalah Cloud Foundry, Heroku, Google App Engine, Windows Azure Cloud Service, dsb.
3. Software as a Service (SaaS)
SaaS inilah yang kini sedang marak berkembang dan seringkali kita temui secara langsung. Disini cloud provider akan menyediakan software atau aplikasi di cloud yang bisa diakses oleh pengguna melalui internet. Pengguna tidak bisa mengakses infrastruktur atau platform tempat aplikasi berjalan, mereka hanya bisa mengakses, menjalankan dan memanfaatkan aplikasinya. Contoh layanan SaaS ini antara lain: Microsoft Office 365, Google Apps, Dropbox, Skydrive, dsb.
4. Network as a Service (NaaS)
Disini cloud provider akan menyediakan network/konektivitas. Pengguna bisa menggunakan network atau konektivitas tersebut secara cloud. Contoh layanan yang menggunakan NaaS ini adalah VPN dan bandwidth on demand.
Jurnal Referensi :
EFEKTIVITAS DENGAN CLOUD COMPUTING
Cloud computing adalah suatu konsep umum yang mencakup SaaS, Web 2.0, dan tren teknologi terbaru lain yang bergantung terhadap Internet untuk memberikan kebutuhan komputasi pengguna. Pada tahun 1999, Salesforce.com menjadi pencetus pertama aplikasi perusahaan yang dijalankan melalui internet. Selanjutnya diikuti oleh Amazon Web Services di tahun 2006 yang menggunakan teknologi Elastic Compute Cloud (EC2). Teknologi EC2 menyebabkan adanya situs layanan web yang dikomersialkan, sehingga memungkinkan perusahaan kecil / individu untuk menyewa komputer atau server agar dapat menjalankan aplikasi komputer mereka.
Di tahun 2009, Google memulai menawarkan aplikasi berbasis browser melalui Google Appsnya, yang salah satunya adalah Google Docs yang sering kita gunakan. Sampai saat ini, cloud computing masih terus berkembang dengan pesat mengingat manfaatnya yang begitu besar jika teknologi ini digunakan. Menurut Jamie Turner, perkembangan cloud computing ini dipengaruhi oleh matangnya teknologi visual, perkembangan bandwidth berkecepatan tinggi, dan software yang bersifat universal.
Model Layanan Cloud Computing
Cloud computing memiliki 4 macam model layanan, yaitu Infrastructure as a Service (IaaS), Platform as a Service (PaaS), Software as a Service (SaaS), dan Network as a Service (Naas).
1. Infrastructur as a Service (IaaS)
Merupakan model layanan cloud computing yang paling dasar, yaitu menyewakan resource komputer secara langsung. Layanan ini sering ditemui di web hosting seperti cloud server maupun cloud VPS (virtual server). Contoh perusahaan yang menyediakan layanan ini adalah Linode, DigitalOcean, GigeNet Cloud, dsb.
2. Platform as a Service (PaaS)
Pada model layanan PaaS, cloud provider biasanya akan menyediakan computing platform yang meliputi sistem operasi, database, web server, dan programming language environment. Pengguna bisa mengembangkan aplikasi menggunakan platform yang telah disediakan. Pengguna juga bisa mengatur resource sesuai dengan kebutuhan mereka dengan mudah. Contoh perusahaan yang menyediakan layanan PaaS adalah Cloud Foundry, Heroku, Google App Engine, Windows Azure Cloud Service, dsb.
3. Software as a Service (SaaS)
SaaS inilah yang kini sedang marak berkembang dan seringkali kita temui secara langsung. Disini cloud provider akan menyediakan software atau aplikasi di cloud yang bisa diakses oleh pengguna melalui internet. Pengguna tidak bisa mengakses infrastruktur atau platform tempat aplikasi berjalan, mereka hanya bisa mengakses, menjalankan dan memanfaatkan aplikasinya. Contoh layanan SaaS ini antara lain: Microsoft Office 365, Google Apps, Dropbox, Skydrive, dsb.
4. Network as a Service (NaaS)
Disini cloud provider akan menyediakan network/konektivitas. Pengguna bisa menggunakan network atau konektivitas tersebut secara cloud. Contoh layanan yang menggunakan NaaS ini adalah VPN dan bandwidth on demand.
Jurnal Referensi :
EFEKTIVITAS DENGAN CLOUD COMPUTING











